Sudah
4 tahun lebih akun siam ini terdaftar sebagai mahasiswa S1/Agroekoteknologi/Universitas
Brawijaya. Dan seharusnya ga boleh lebih dari 4 tahun!
Sepertinya
baru kemarin ikut seleksi kemitraan sekolah (ujian tulis) di SMAN 1 Malang,
bareng sama temen-temen SMA, bareng sama sahabat tersayang, bareng sama
seseorang yang duduk dibelakangku dalam satu ruangan ujian bersama. Ah
sudahlah, bagian yang itu tak perlu diingat.
Bangga.
Seneng banget rasanya dapet kabar dari internet bahwa saya diterima di salah
satu PTN favorit ini, Universitas Brawijaya Malang.
Tapi…
Ada
sedikit rasa sedih, kecewa, patah semangat yang terselip disana (efeknya agak
lebay), sahabat tersayang dan seseorang itu (atau sebut saja ‘alien manis’) tidak bisa melanjutkan
proses belajarnya di Universitas yang sama denganku. Sempat berfikir “Kenapa jalan ceritanya harus seperti ini?” Tuhan belum
menjawabnya.
But,
time must go on! Iya kan? Jangan kelamaan dong sedihnya..
Serasa
baru kemarin juga ngalamin Ospek, berhari-hari jadi orang paling polos sedunia,
yang engga tau apa-apa dan mau aja disuruh apa-apa sama senior. Hahahaa
Hari
pertama Ospek, udah salah kostum. Yang seharusnya kostum untuk Ospek Fakultas
malah dipake buat Ospek Unitas. (Hahahaa. Benar-benar memalukan)
Hari
pertama masuk kuliah, malah gatau dimana ruang kuliahnya, dan akhirnya telat 60
menit di awal ketemu dosen super perfect.
(Tuh kan, lagi-lagi memalukan)
Hari
pertama praktikum, ga ada masalah sih. Semua clear. (Syukurlah)
Hari
pertama bikin laporan praktikum, Shit
banget! Udah ngerjain laporan semaleman, ASLI hasil karya saya, malah dikatain
nyontek sama asisten praktikum. Dikira aku gabisa apa yaa bikin laporan
praktikum gitu doang. Kesal!! Awalnya sih kaget banget harus nulis laporan praktikum
dan fieldtrip sejagad, segitu banyak tiap minggu, yang mengharuskan lembur
karena kejar deadline. Tidur baru jam
2 dinihari, bangun jam 5. Tapi lama-kelamaan yaaaa..cape juga. Hahahaa. Pemanasan
awal semester yang melelahkan
Hari
pertama peminatan. Sempet bingung mau milih minat apa. Alhamdulilah, Tuhan
mempertemukan ku dengan sahabat setia yang ternyata memiliki banyak kesamaan
denganku, Farochatus
Zakiyah. Bersama dia serasa melihat kaca, sama persis. Hahahaa.
Hari
pertama Ospek Jurusan. Awalnya bingung harus komunikasi sama siapa, emang ga
ada satu pun yang ku kenal, karena aku dan Fara sengaja tak dipertemukan dalam
satu kelompok. Tapi, alhamdulilah Tuhan mempertemukan ku dengan seorang sahabat
yang ternyata (mungkin) satu pemikiran denganku (saat itu), Yuni Mariyati.
Ospek jurusan yang benar-benar excited.
Hari
pertama milih mata kuliah jurusan-GALIFU. Oh No. bahkan aku tak ingin sekedar
mengingatnya mata kuliah itu. 4 hari 3 malam di perjalanan, menyusuri landscape Indonesia. Pujon-Lamongan-Pasuruan-Probolinggo-Bromo-Malang
(lagi). Intinya, beberapa bulan menjalani semester itu, ‘MELELAHKAN (pake
BANGET)’
Hari
pertama nentuin magang kerja. Bingung lagi. Lagi-lagi bingung. Mau magang
dimana, ngapain aja, sama siapa aja. Tapi Alhamdulilah, setelah mengalami
beberapa proses kebingungan yang amaaaaaat panjang Tuhan mempertemukanku dengan
sahabat seperjuangan, atau lebih tepatnya sahabat team magang kerja di PTPN XII
Afdeling Penataran-Blitar, Muhammad Kafid Musafa, Fina Lutfiyanah.
Hari
pertama konsultasi, milih topic-tema-judul Skripsi. Sumpah, kali ini adalah
masa yang paling membuatku bingung, ruwet, ga nafsu makan, emosi, pengen
nangis, pengen ngeluh se-ngeluh-ngeluhnya. Tapi, Alhamdulilah Tuhan memberiku
jalan untuk ku lewati menuju masa depan yang (insyallah, atas izin Allah) lebih
baik, lebih berkah, lebih indah, lebih cemerlang. Amin.
Nah.
Sekarang tinggal nunggu cerita dibalik hari pertama sidang Skripsi. Hari
pertama Yudisium. Hari pertama Wisuda, Hari pertama terjun ke dunia Kerja. Hari
pertama di-Khitbah. Hari pertama Menikah *eh
Hari berganti,
berputar tak kembali. Iyaa. Karena waktu tak akan pernah terulang kembali di
hari yang sama. Mulai menghargai waktu. Karena tak pernah ada yang namanya
‘tanpa sengaja’. Dan aku tak pernah mempercayai hal itu. Karena semuanya pasti sudah
diatur sama Dia-Yang-Maha-Baik. Termasuk semua yang selama ini aku alami di
cerita-cerita ‘Hari Pertama’ dan hari-hari lainnya. Ga ada satupun yang tanpa
sengaja atau kebetulan.
Well,
apapun yang terjadi mungkin sebaiknya tetap bersyukur dan menyadari pasti ada
hikmah di balik semuanya. (Termasuk saat aku tak bisa kuliah di Universitas
yang sama dengan orang-orang yang mungkin saat itu aku lebih mengingnkannya
untuk bersama dan kejadian-kejadian lainnya)
Mungkin
pemikiran saat itu “Kenapa jalan ceritanya harus
seperti ini?” terjawab sudah. Tak ada yang lebih baik dibandingkan
dengan apa yang telah terjadi. Jangan pernah menyesali apa yang telah dipilihkan
Tuhan untuk mu. Hanya saja kamu perlu sedikit merenungkan, ‘adakah yang lebih
baik dari ini?’
Bersyukur-Bersyukur-Bersyukur.
Banyakin deh bersyukurnya. Karena tanpa kita sadari sebenarnya masih banyak
sekali orang-orang di luar sana yang menginginkan untuk berada di posisi kita
saat ini.
Note
:
Ini
nulisnya waktu perasaan tenang, kepala dingin, hati adem, perut ga laper.
Makanya agak bijak. Biasanya sih emosian. Hahahaa


Komentar
Posting Komentar