Di zaman modern kaya gini pasti udah banyak banget wanita yang berpikiran bahwa jadi wanita karir itu lebih modis, lebih keren, lebih elegan, lebih berkelas, dan banyak lagi lebihnya dibandingkan dengan menjadi ibu rumah tangga. Awalnya aku-pun juga merasa demikian. Ah apa sih, ibu rumah tangga mah kerjaannya cuma di rumah, ngurusin rumah dan seluruh isinya, kuper, ga asik, kurang gaul, ga keren, ga berkelas.
Tapi. ternyata saya SALAH BESAR!
Justru, di zaman modern seperti ini ibu rumah tangga adalah profesi yang paling mulia, yang paling menantang, yang paling hebat, yang paling membanggakan, yang paling keren.
Seseorang berkata padaku :
"Lebih baik aku memiliki istri yang diam di rumah daripada seorang istri yang sibuk bekerja. Yang masih jaga rumah dan jaga anak aja masih bisa tuh ananknya nakal atau celaka karena kelalaian orang tua, apalagi yang ditinggalin ibu-bapaknya yang sibuk kerja. Kalau punya istri yang engga bisa ngurus rumah, anak dan suaminya buat apa? Percuma kan? Cukup aku saja yang mencari nafkah, karena istriku adalah dia yang mau dan bisa menjaga dan merawatku dan anak-anakku nantinya.
Sekian lama meremehkan profesi ibu rumah tangga dan obsesi menjadi wanita karir, langsung jleb bangett dengar pernyataan seperti itu. Dan setelah dipikir-pikir, emang bener jugaa sih. Tapi bukan berarti di rumah melempem, nganggur, ga ngapa-ngapain, kuper. Aktivitas saja seperlunya, sesuka hati, selama diridhoi suami dan orangtua. Iya kan?
Setelah beberapa lama di rumah karena sudah tidak ada lagi kuliah terjadwal menjadikanku belajar merasakan menjadi seorang ibu rumah tangga, alias bantuin sang Emak ngurusin rumah. Alhamdulilah, aku udah agak terbiasa dengan beresin rumah, kecuali masak -____________-"
Capek, bosen, suntuk, puyeng, dan apa lagi yaa..pokoknya segala rasa yang ga enak ada disitu. Nah, justru itulah tantangan terbesar untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Gimana engga cape, bangun pagi-pagi udah harus beresin rumah (bersihin debu, nyapu, ngepel, cuci piring, cuci baju), abis itu harus nyiapin makan. Belum lagi kalau harus nyiram halaman rumah, nyetrika baju, suapin anak, dan segala kesibukan lainnya. Dan semua pekerjaan itu baru dapat diselesaikan hampir setengah hari, bahkan sampai sore. Ya mungkin ada orang bilang, "kerjaan gitu doang lama amat beresnya".
Ya memang menurut saya, kerjaan ibu rumah tangga mah gitu-gitu doang, ga menarik, ga ada seninya, ga ada gajinya pula. Tapi coba sendiri lakuin itu semua!
Ini nih dua alasan terpenting kenapa ibu rumah tangga itu hebat (perlu digarisbawahi, di bold, di italic juga) :
1. Merawat, Menjaga dan Mendidik (3M). Jangan pernah sesekali meremahkan point paling penting ini. Karena apa yang dilakukan sang anak, akan menjadi apa sang anak, semua tergantung bagaimana seorang ibu mendidik anak-anak nya. Iya apa iya??
2. Profesi seorang ibu rumah tangga itu GA PERNAH digaji loh. (Palingan uang belanja dari suami, bukan gaji namanya). Orang mana tuh yang mau kerja setiap hari, setiap waktu, setiap saat tapi tanpa gaji. Ga ada kan? Hebat betul kan?
"CUMA WANITA HEBAT YANG BERANI BERPROFESI SEBAGAI IBU RUMAH TANGGA"
Iya, aku akui itu. Karena aku-pun belum bisa mengambil keputusan untuk berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Two thumbs up deh pokoknya buat para istri yang jadi ibu rumah tangga! Great banget..
Masih inget banget ucapan salah satu sahabat terbaik saya :
"Dia lah pilihanku! Dia yang aku butuhkan di rumah!
Dia yang mau menjaga dan merawat anak-anak ku nantinya. Bukan dia yang sibuk bekerja, tapi dia yang sibuk mengurus rumah dan isinya, dia yang sibuk mengaji"
Subhanallah..
Wanita mana yang tak tersenyum dan tersentuh hatinya saat seorang pria soleh mengucapkan itu?
Dan inget banget saat sahabat yang satu ini berpesan kepada saya :
"Vran, kamu iku kudu menyiapkan diri! Karena nantinya kamu akan menjadi penengah diantara keluarga besar kalian"
Paham banget dah maksudnya apa. Heheheehehe
Ah, jadi pengen segera menyiapkan diri jadi istri solihah nih. Tapi ngomong-ngomong, sang Skripsi apa kabar yaa? Lama tak ku sentuh. Hahahahaa
Ini godaanya yang banyak apa emang aku-nya yang belum sempurnanya yaa niatnya :D
Tapi. ternyata saya SALAH BESAR!
Justru, di zaman modern seperti ini ibu rumah tangga adalah profesi yang paling mulia, yang paling menantang, yang paling hebat, yang paling membanggakan, yang paling keren.
Seseorang berkata padaku :
"Lebih baik aku memiliki istri yang diam di rumah daripada seorang istri yang sibuk bekerja. Yang masih jaga rumah dan jaga anak aja masih bisa tuh ananknya nakal atau celaka karena kelalaian orang tua, apalagi yang ditinggalin ibu-bapaknya yang sibuk kerja. Kalau punya istri yang engga bisa ngurus rumah, anak dan suaminya buat apa? Percuma kan? Cukup aku saja yang mencari nafkah, karena istriku adalah dia yang mau dan bisa menjaga dan merawatku dan anak-anakku nantinya.
Sekian lama meremehkan profesi ibu rumah tangga dan obsesi menjadi wanita karir, langsung jleb bangett dengar pernyataan seperti itu. Dan setelah dipikir-pikir, emang bener jugaa sih. Tapi bukan berarti di rumah melempem, nganggur, ga ngapa-ngapain, kuper. Aktivitas saja seperlunya, sesuka hati, selama diridhoi suami dan orangtua. Iya kan?
Setelah beberapa lama di rumah karena sudah tidak ada lagi kuliah terjadwal menjadikanku belajar merasakan menjadi seorang ibu rumah tangga, alias bantuin sang Emak ngurusin rumah. Alhamdulilah, aku udah agak terbiasa dengan beresin rumah, kecuali masak -____________-"
Capek, bosen, suntuk, puyeng, dan apa lagi yaa..pokoknya segala rasa yang ga enak ada disitu. Nah, justru itulah tantangan terbesar untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Gimana engga cape, bangun pagi-pagi udah harus beresin rumah (bersihin debu, nyapu, ngepel, cuci piring, cuci baju), abis itu harus nyiapin makan. Belum lagi kalau harus nyiram halaman rumah, nyetrika baju, suapin anak, dan segala kesibukan lainnya. Dan semua pekerjaan itu baru dapat diselesaikan hampir setengah hari, bahkan sampai sore. Ya mungkin ada orang bilang, "kerjaan gitu doang lama amat beresnya".
Ya memang menurut saya, kerjaan ibu rumah tangga mah gitu-gitu doang, ga menarik, ga ada seninya, ga ada gajinya pula. Tapi coba sendiri lakuin itu semua!
Ini nih dua alasan terpenting kenapa ibu rumah tangga itu hebat (perlu digarisbawahi, di bold, di italic juga) :
1. Merawat, Menjaga dan Mendidik (3M). Jangan pernah sesekali meremahkan point paling penting ini. Karena apa yang dilakukan sang anak, akan menjadi apa sang anak, semua tergantung bagaimana seorang ibu mendidik anak-anak nya. Iya apa iya??
2. Profesi seorang ibu rumah tangga itu GA PERNAH digaji loh. (Palingan uang belanja dari suami, bukan gaji namanya). Orang mana tuh yang mau kerja setiap hari, setiap waktu, setiap saat tapi tanpa gaji. Ga ada kan? Hebat betul kan?
"CUMA WANITA HEBAT YANG BERANI BERPROFESI SEBAGAI IBU RUMAH TANGGA"
Iya, aku akui itu. Karena aku-pun belum bisa mengambil keputusan untuk berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Two thumbs up deh pokoknya buat para istri yang jadi ibu rumah tangga! Great banget..
Masih inget banget ucapan salah satu sahabat terbaik saya :
"Dia lah pilihanku! Dia yang aku butuhkan di rumah!
Dia yang mau menjaga dan merawat anak-anak ku nantinya. Bukan dia yang sibuk bekerja, tapi dia yang sibuk mengurus rumah dan isinya, dia yang sibuk mengaji"
Subhanallah..
Wanita mana yang tak tersenyum dan tersentuh hatinya saat seorang pria soleh mengucapkan itu?
Dan inget banget saat sahabat yang satu ini berpesan kepada saya :
"Vran, kamu iku kudu menyiapkan diri! Karena nantinya kamu akan menjadi penengah diantara keluarga besar kalian"
Paham banget dah maksudnya apa. Heheheehehe
Ah, jadi pengen segera menyiapkan diri jadi istri solihah nih. Tapi ngomong-ngomong, sang Skripsi apa kabar yaa? Lama tak ku sentuh. Hahahahaa
Ini godaanya yang banyak apa emang aku-nya yang belum sempurnanya yaa niatnya :D

Komentar
Posting Komentar