14
tahun sudah aku mendiami rumah yg berdiri di sebuah dusun kecil dengan hamparan
padi yg masih cukup luas, udara yg masih segar, pemandangan gunung yg masih
tersembul di ujung sawah dengan diiringi cahaya matahari yg menghangatkan pagi,
infrastruktur desa yg masih kurang diperhatikan, jalan dan penerangan yg kurang
perawatan misalnya.
Tapi,
disinilah aku singgah dan dibesarkan.
Tempat
ku meletakkan segala penatku
Tempat
ku meluapkan segala emosiku
Tempat
ku menumpahkan segala inspirasiku
Tempat
ku menemukan segala hal yg jauh lebih berarti
Perjuangan.
Pengorbanan.
Menghargai
orang lain.
Mengasihi
sesama.
Gotong-royong.
Bersyukur.
Ya.
Disinilah aku..
Di
sebuah dusun kecil yg cukup nyaman untuk disinggahi. Meskipun ada beberapa
alasan juga untuk pergi dari tempat ini. Jauh dari keramaian kota, jauh dari
jangkauan internet, tingkat vandalisme dan kriminalisasi yg masih cukup tinggi
(meskipun itu bukan tepat di tempat yg aku singgahi saat ini), SDM yg masih
juga terbatas. Tapi. Se-tidak nyaman bagaimanapun di tempat ini tetap ga bisa
terlalu lama pergi jauh meninggalkan tempat ini.
Ini adalah senyum ceria mereka berdua dengan
tingkah lugu nya di sebuah akses jalan menuju dusun kami. Sukun Village.





Komentar
Posting Komentar