Langsung ke konten utama

Masa Perantauan



Masih ku ingat betul saat aku baru lulus jenjang SMA ditemani gerimis rintik-rintik aku harus pergi ke sebuah warnet untuk mendaftarkan diri mengikuti seleksi ujian masuk PTN. Dan inilah pilihanku, Universitas Brawijaya.

Setelah melewati beberapa tahap penerimaan mahasiswa, disinilah akhirnya aku berjuang dan menyelesaikan studi ke-Sarjana-an ku. Dengan menempuh banyak cerita, banyak kisah, banyak impian, banyak ocehan, banyak celoteh, banyak foto, banyak perjuangan dan juga yg paling penting adalah harus mengeluarkan banyak duit. Hahaa

Diawali dengan banyak malam tanpa jam tidur yg cukup dikarenakan laporan praktikum, tugas2 kuliah, laporan filedtrip yg menyerang. Selanjutnya perjuangan mendaftar jadwal praktikum dan filedtrip yg harus berebut dengan ratusan mahasiswa lain agar dapat jadwal yg bener2 pas dengan agenda harian. STELA. Sebuah MK wajib yg menguras tenaga tapi menghasilkan nilai yg sedikit mengecewakan. 24 jam lebih tanpa istirahat dengan beberapa buku dan laptop di depan mata.
Kemudian harus dipusingkan dengan peminatan dan ospek jurusan. Nah, disinilah aku menemukan sahabat yg bener2 kayak liat kaca saat bersamanya. Bersama mereka aku merasa nyaman, ga ada tuh yg namanya jaim atau malu-tapi malu2in. Hhaaha. Tapi, bukan berarti dengan sahabat2 yg lain aku ga nyaman, sama aja, semuanya baiik banget, Cuma level kedekatannya aja yg sedikit berbeda, itupun karena kami 1 jurusan yg kemana2 selalu bersama

GATRAKSI. Sebuah ospek jurusan yg berada di sebuah tempat jauh dari keramaian atau sebut saja di tengah hutan yg dikelilingi perbukitan tanpa hp dan dompet, 4 hari 3 malam dengan agenda tracking tiap pagi dan malamnya. Di moment inilah kami dipertemukan dan persatukan, serta mengenali jati diri seorang mahasiswa ilmu tanah. SOILER emang SOLID dan So Sweet. Hehee 

Beberapa bulan setelah resmi masuk jurusan, semakin rumit dengan pilihan mata kuliah yg sebenarnya MK pilihan tapi serius kayak MK wajib -_-
Sebut saja GALIFU. Sebuah perjalanan fieldtrip terpanjaaaaang yg pernah ada di fakultas. Hampir keliling Jatim (katanya). 4 hari 3 malam tidur di perjalanan dan numpang, dengan perjuangan yg “Serius, WOW Banget!” sebelum hari pemberangkatan. Saat itulah pertama kalinya aku nugas di kampus sampe subuh



MAGANG KERJA. Sebuah program kebijakan fakultas yg mengajarkan untuk terjun ke dunia kerja selama 3 bulan. Saat itu aku terjun magang dengan sebuah tim sejumlah 5 orang yg awalnya tidak saling kenal, yg berlokasi di PTPN XII (Persero) Afdeling Penataran-Blitar. Hampir setiap hari kami berempat menghitung hari agar segera selesai jadwal magang ini. Awalnya memang bener2 ga betah, karena setiap hari harus berada di tengah perkebunan kakao yg jauh dari kota, mess yg agak mistis, teman magang dari jurusan lain yg belum pernah kami kenal, asisten lapang yg keras dan tegas, jam kerja dimulai dengan apel jam 5.00, dan segala ketidaknyamanan lainnya (pada awalnya). 2 bulan berlalu, lama2 ya asik2 aja, makin asik, makin seru, makin banyak teman, banyak saudara, banyak pengalaman, banyak cerita, banyak kenangan, banyak jalan2. Intinya, magang kerjanya makin hari makin berkesan menyenangkan, karena di magang kerja inilah aku diberi kesempatan untuk melihat salah satu keagungan Tuhan, Gunung Kelud, ya lebih tepatnya 1 bulan sebelum Gunung Kelud erupsi. Disini, kami belajar jadi orang kebun, belajar administrasi kebun, pengelolaan kebun dan pengolahan hasil kebun, belajar peduli dengan ‘wong cilik’, belajar prihatin, belajar menjadi sebuah team work yg baik, belajar cari duit, belajar menghargai orang lain, belajar kedisiplinan, belajar survival di tengah kebun, belajar menghargai makhluk ciptaan gusti Allah’yang lain’, belajar bikin bokashi, Trichodrema, dan belajar buanyaaaaakk hal baru yg sangat bermanfaat. Terima kasih kepada oihak kampus yg menyelenggarakan program magang kerja, pihak PTPN XII yg telah menerima kehadiran kami, warga Nglegok-Blitar dan sekitarnya, bapak asisten lapang, dosen pembimbing, supervisor serta rekan2 magang kerja, Syukron katsir.
SKRIPSI. Satu2 nya hal yg paling menghantui sebagian besar mahasiswa. Ya, disaat inilah kekuatan, kesabaran, ketelitian, semuanya diuji. Dimulai dari masa2 pengajuan judul yg sempat ditolak mentah2 sama bapak dosen pembimbing, masa2 jadi penjaga perpustkaan, masa2 menjadi para pengunduh jurnal2 ilmiah, masa2 menunggu dosen pembimbing ber-jam2 dan ga jarang hasil menunggu adalah nihil serta menjadikan waktu menunggu dospem adalah saat paling tepat untuk groofie, ngemil dan rasan2, masa2 menemukan partner penelitian, masa2 seminar proposal dan hasil dengan segala keribetannya menyediakan konsumsi,  masa2 nge-Lab, masa2 keliling hutan kota Malabar, Jakarta dan Velodrome dengan serangan ratusan nyamuk sebesar capung, masa2 revisi, masa2 ngeprint dan membuang kertas, masa2 sidang ujian skripsi atau bahasa kerennya Kompre dengan segala persiapannya : persiapan mental yg paling kuat sekalipun kudu siap dan kuat, persiapan uang untuk daftar sidang dan beli ini itu, persiapan materi, persiapan fisik, maupun persiapan doa, semua kudu bener2 dalam keadaan SIAP! Ceritain penelitian di depan 4 orang dosen itu rasanyaaa..ga bisa diungkapkan dengan kata2, antara sedih, senang, bangga, lega, terharu, bingung, lelah, gugup. Entahlah.
YUDISIUM. Disini, sayangnya Cuma bisa yudisium berdua doang sama partner penelitian, padahal kalau bisa barengan sama temen2 banyak lebih seneng, tapi ya kalau nunggu temen2 kapan aku dapat SKL nya, sedangkan aku  udah harus segera pulang ke rumah karena ga punya hak atas tingal di kost lagi. Jumat, 9 Januari 2015 (12.30 WIB) Aku resmi menjadi seorang Sarjana Pertanian. Alhamdulilah
WISUDA. 28 Maret 2015. Adalah hari berarti yg paliiiiing berarti dalam sejarah perkuliahan ku. Dimulai dari pendftaran yg serba mendadak dengan biaya pendaftaran hasil pinjaman dari salah satu teman hidup terbaiik dan kuota pendaftaran yg terbatas. H-14, kekebalan tubuh sempat terganggu akibat serangan virus tifus yg menjangkit di tubuhku sehingga berat badan semakin turun. H-1, Penggalangan alumni dan pelepasan calon wisudawan periode VI-VII, intinya disini jaga selalu nama almamater dan 1 hal yg paling ku ingat yaitu jamuan termewah, pertama dan terahir  kali selama menjadi mahasiswa. Hahaa
Selanjutnya, Hari-H, dimulai dengan dengan bangun jam 2.00 pagi untuk mengantri makeup hingga pukul 5.00. Prosesi wisuda dimulai pada jam 7.30, apapun ceritanya intinya ngantuuk banget ditambah dengan bulu mata segede daun tandan kelapa yg nangkring di kelopak mata membuat mata makin susah dikedipin -_-
Perasaan haru, senang, bangga semua jadi satu saat nama ku di sebut oleh seorang pengisi acara untuk maju ke atas podium dan bersalaman dengan bapak Rektor. Sempet merinding dan mata berkaca2 saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam prosesi ini :’)
Bersyukur…banget bisa merasakan apapun yg aku rasakan hingga detik ini.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaa ha ilaallah. Terima kasih gustii Allah engkau telah memberikan aku dan keluarga kesempatan untuk merasakan atmosfir wisuda sarjana ku.
Kadang, saat melihat fotoku dengan Toga kebanggaanku masih ga percaya, rasanya seperti kemarin aku baru masuk Universitas, ospek, kuliah, praktikum, fieldtrip, nulis laporan, STELA, GATRAKSI, GALIFU, SKRIPSI, semua itu berasa masih kemarin dijalani tiba2 udah wisuda aja ya? Berasa seperti effect exit-wedge pada an, animation nya power point, langsung ilang dan udah jadi kenangan manis. Dan, wisuda ini adalah kado ulang tahun terindah dari gusti Allah :’)
Terima kasih mama, papa, ade, bapak dosen pembimbing : Pak Zaenal, Pak Sugeng, bapak laboran : Pak Ngadirin, dearest hamdan, mba jill, fina, yuni, kisman, kafid, dan seluruuuuhhh…sahabat yg saya sayangi, kalian telah mengisi dan mewarnai hari2 perkuliahan saya dari awal hingga terselesaikannya studi ini. Semoga persaudaraan ini tak akan pernah mengenal batasnya. Amin :’)






Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Happy Spinach and Corn Fantasy"

Masih lagi norak banget, maruk. Maklum pertama kali masak di kost, setelah hampir 3 tahun ga pernah pegang panci, penggorengan, pisau dan sejenisnya yang ada di dapur. Hheheee Nah. Kali ini saya masak "Happy Spinach and Corn Fantasy". (sok ke-minggris) Bahan : -Sayur bayam (1 ikat) -Jagung manis (yang telah diserut) -Bawang merah -Bawang putih -Cabe Rawit -Gula -Garam -Penyedap rasa Corn Fantasy : -Jagung manis -Tepung bumbu -Daun bawang -Bawang putih -Cabe rawit -Telur (1 butir, sebagai perekat, jangan lupa ya, ini agak fatal tadi pas nyoba. Untung aja ada yg ngasih telur. Makasih yaa Dinna :* ) Cara membuat (Happy Spinach)  : (It's so easy, beibeh. tinggal mix aja semua bahan. beres. Hahahaa) Didihkan air. Setelah mendidih masukkan jagung manis serut, bayam, (bawang merah, bawang putih dan cabe rawit yang telah diiris tipis). Aduk hingga bayam layu. Masukkan bumbu (gula, garam, penyedap), aduk hingga rata. Cara membuat (Corn Fantasy) : Halus...

3_G

Ini adalah cerita tentang empat-sekawan yang mencoba untuk meraih masa depan di kota dingin ini, Entah.. Berawal dari mana yah sebuah persahabatan yang indah ini tumbuh? Apa sejak dari keberangkatan kami ke Bromo (02072001) Apa semenjak kami ke Sempu (15 1 0 2011) Aku lupa.. Tapi yang jelaass, dari sana lah benih-benih persahabatan itu tumbuh dan berkembang. Disini, aku dan mereka memang terdapat berbagai macam perbedaan. Tapi, justru dari perbedaan itulah kami tergabung dalam sebuah kelompok mahasiswa yang narsis, kocak, gila, smart, cerdas, kreatif, dan GALAU… “3_G” * V r aniiee Disini posisi saya adalah “Owner This Blog” Peminat mata kuliah Ilmu Tanah asal Pasuruan yang super Galau, kadang labil, narsis, gila,  dan serba ngePaass (bukan Pas dan juga bukan Pas-Pas-an). Kalo ngakak suka ga haluan, tapi gini2 Penyayang looh..(Cuma sampai detik ini belon beruntung aja dapet pasangan yg bikin ‘Klik’) ***ahahaha Paling males ngitung, berhadapa...

JOB TRAINING

Bingung. Harus mulai dari mana.. Terlalu banyak yang ingin aku tuliskan disini. Sepeti banyaknya karakter dan cerita yang akan dituangkan dalam sebuah kisah indah, “Magang Kerja”. Bisa dibilang berawal dari kehadiran sekelompok mahasiswa yang ingin menggali ilmu dan pengalamannya di suatu instansi yang bergerak di bidang perkebunan (kakao), PTPN XII Kebun Bantaran Afdeling Penataran. Kala itu.. 01 Juli 2013, dimana kami berlima (sebut saja Kapid khan , Fara zakiyah, Yun cee, Fina Bintang, dan saya) bertemu dengan mereka yang sangat asing di mata saya, entah siapa mereka dari disiplin ilmu yang berbeda. Hari demi hari berganti, jam berdetak, berlalu tanpa henti.. Kami semakin, dan semakin mengenal masing-masing dari kami. Tidak butuh waktu lama untuk menjadi sebuah teamwork yang baik dalam ‘Tugas’ ini. Tiada lagi disiplin ilmu yang berbeda, yang ada hanya ‘Kita-Kami’. Mari saya perkenalkan dengan mereka, 10 karakter yang berbeda, rumit, namun saling melengkapi. Ka...